salam sejahtera buat para pembaca.
nama saya agus darmawan asal
dari sebuah desa terpencil yang sangat jauh dari ibu kota yaitu berada
di riau, tepatnya didesa padang sawah, kecamatan kampar kiri kab.
kampar.
saya akan menceritakan kisah hidup saya sampai saya sembuh
dengan penyakit saya,sekarang umurku 20th besar dengan penyakit yang
menyertaiku bertahun-tahun, dengan penyakit yang sangat tidak aku sukai
yaitu asma tapi sekarang alhamdulillah sudah sembuh, berawal dari usiaku
7th aku mengidap penyakit paru-paru atau asma, hidupku waktu itu
tidaklah gampang saya menjalani hari-hariku dengan ruang pernapasan
serasa sebesar benang yang di setiap ogsigen yang keluar masuk setiap
harinya. hal yang sangat menyedihkan bagi saya yaitu dengan kehobianku
berolahraga tentunya semua itu tidak bisa kulakukan seperti teman-teman
yang lainnya, namun dengan kondisiku yang seperti itu ku bukanlah orang
yang di manja atau tidak diperbolehkan keluar oleh orang tua saya
malahan mereka tidak pernah melarangku kemanapun aku mau pergi main
dengan tman-temanku.
besar dengan penyakit ini sangat sulit semua
makaknan yang enak-enak sudah jelas jadi pantangan itu salah satu yang
membuat aku sedih dengan keadaannku, tak sediktpun kenikmatan buah yang
ada sekililing rumah aku rasakan pada saat musim buah, aku hanya meratap
menangis melihat teman-temanku yang sedang menikmati buah-buahan yang
ada di desaku sungguh aku serasa mati dengan situasi itu. memang
buah-buahannya cuma berupa sawo,durian,jambu mawar,rambutan dll.
berobat
sudah tentunya rutinitasku untuk sembuh tak terhitung lagi jumlah pil
yang aku makan, begitupun dengan biaya yang dikeluarkan oleh orang tua
saya mungkin sudah belasan juta namun bagi orang yang berada uang
sebanyak itu tidak berarti apa-apa tapi bagi kami uang segitu sangatlah
banyak dengan kondisi yang sederhana, dengan keadaan yang seperti itupun
sekolahku tetap jalan walupun presensiku penuh dengan izin untuk
berobat, tidak jarang juga aku izin karna terbaring oleh penyakitku itu,
teman-temanku yang ada disekolah kalau aku tidak hadir sampai tiga hari
mereka pasti datang untuk memberikan support yang tiada bosannya
dihaturkan padaku mereka yang selalu membawa buah-buahan segala macam
dikasih namun semua itu tidak bisa juga aku makan walaupun mereka bilang
habisin buah-buahannya! maklum anak SD tidak tau itu pantangan atau
tidak.
seiring dengan berjalannya waktu meminum obat
sudah hal yang membosankan bagi saya tak jarang aku menyembunyikan fil
ku di bawa bantal saat orang tuaku bertanya "nak sudah minum obat?" saya
jawab udah sering juga aku membuang melempar fil ku ke taman smping
rumah bagaimana tidak teman-teman saya harus menghabiskan ratusan fil
dalam beberapa bulan sungguh itu membuatku tertekan, suatu harinya aku
pergi berobat untuk langkah awal kesembuhanku yang aku ingat dokternya
itu bernama munir umar dia ramah asyik pintar bujuknya supaya kita rajin
minum obat saat itulah penyakitku mulai sembuh.
setamatnya
aku SD aku masuk sekolah SMPN 2 kuntu, dengan gembiranya saya dengan
keadaan smbuh saya menyadari waktu itu memang kesehatan itu nikmat
sekali dan sampai sekarang aku bersyukur dengan kondisiku yang sekarang
ini.
TERIMAKASIH...





